简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat lip service

"lip service" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Right, no lip service, that's my advice to you.
    Tidak lip service, itu saran saya kepada Anda.
  • You didn't even pay lip service to our friendship.
    Oh pelupa cinta. Kau bahkan tidak membayar bibir pelayanan kepada persahabatan kita.
  • Mankind pays lip service to peace.
    Umat manusia selalu membahas perdamaian
  • On the one hand it pays lip service to the idea of rebuild an effective state in the image of Scandinavia in the 1950s.
    Di satu sisi para donor mengumbar janji untuk membangun negara efektif seperti Skandinavia di tahun 1950-an.
  • Such statements were dismissed by Lee as lip service that could not be taken seriously unless the ultras were reined in.
    Pernyataan ini ditolak Lee sebagai "lip service" yang tidak dapat dianggap serius kecuali segala tindak tanduk golongan Ultra dikontrol dan dihentikan.
  • Critics dismiss these reports as lip service, citing examples such as Enron's yearly "Corporate Responsibility Annual Report" and tobacco companies' social reports.
    Banyak kritik mengatakan bahwa laporan ini hanyalah sekadar "pemanis bibir" (suatu basa-basi), misalnya saja pada kasus laporan tahunan CSR dari perusahaan Enron dan juga perusahaan-perusahaan rokok.
  • It’s not just lip service, either— cities around the world are taking bold action that reaps co-benefits, which feeds into the achievement of the Sustainable Development Goals.
    Bukan hanya sekedar basa-basi, kota-kota di seluruh dunia mengambil tindakan berani yang menuai manfaat tambahan, yang menjadi masukan bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
  • In January of 2002, after decades of empty lip service and political bickering, it seemed for a moment that what had proved impossible might suddenly be possible.
    Pada bulan Januari 2002, setelah puluhan tahun ucapan manis yang kosong dan pertengkaran politik, tampaknya sejenak bahwa apa yang telah terbukti tidak mungkin tiba-tiba bisa menjadi mungkin.
  • Making self to be confidence may be easy for some people. But for other, that word is like a lip service. It’s difficult to implement sincerely.
    Membuat rasa percaya diri bagi sebagian orang mungkin mudah untuk melaksanakannya. Tetapi, untuk sebagian yang lain kata-kata itu seolah hanya di mulut saja, rasanya sulit sekali untuk mengimplementasikannya; dengan sepenuh hati.
  • Perhaps this is because the FCTC on its own is not a magic bullet. Governments have paid the issue of tobacco-use a lot of lip service but they have invested very little to match the global burden of the epidemic.
    Mungkin ini karena FCTC sendiri bukan peluru ajaib. Pemerintah telah membayar masalah penggunaan tembakau banyak layanan bibir tetapi mereka telah berinvestasi sangat sedikit untuk menyamai beban global epidemi.
  • This is a paragraph or sound bite at the end of a problem story that gives lip service to efforts at solving it. The solutions aren’t considered with real seriousness, but rather thrown in as an afterthought.
    Ini adalah sebuah paragraf atau pernyataan pendek yang menarik di akhir sebuah berita masalah yang memberikan janji-janji terhadap upaya memecahkan masalah tersebut. Solusi-solusi tersebut belum dipertimbangkan dengan keseriusan yang nyata, tapi dilempar hanya sebagai sebuah renungan.
  • Sadly, some recent studies have shown that millennials do give more lip service to equality than past generations, but we’re still basically just as prejudice as our parents were. Yet, we think we’re post-racial, which is a dangerous combination.
    kurang sehat, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa milenium yang memberikan lip service lebih untuk kesetaraan dari generasi masa lalu, tapi kami masih pada dasarnya sama seperti prasangka orang tua kami yang. Namun, kita berpikir kita pasca-ras, yang merupakan kombinasi berbahaya.
  • Monarchs in Western Europe often gave lip service to the idea of going on crusade, as a way of making an emotional appeal to their subjects, but in reality they would take years to prepare, and sometimes never actually left for Outremer.
    Raja-raja di Eropa Barat sering memberi janji manis pada gagasan untuk melancarkan perang salib, sebagai cara untuk menciptakan daya tarik emosional kepada para kawulanya, tetapi dalam kenyataannya mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk persiapan, dan kadang-kadang tidak pernah sebenarnya berangkat ke Outremer.